Merespon penyakit hati Dengan kalimat Thayyibah
“Tiada penyakit
yang paling kejam didalam diri seseorang kecuali penyakit hati”
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang
beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram".
Begitu banyak jenis penyakit yang menimpa seseorang yang pernah kita dengar. Bahkan mungkin kita sendiri adalah orang yang pernah mengalami beberapa jenis penyakit tersebut. Dari yang ringan sampai pada yang berat. Dari yang bisa diatasi dengan cara berobat secara teradisional hingga berobat secara medis dan sepesialis tertentu. Mungkin konteks ini lebih fokus pada penyakit fisik seseorang. Jika ditelaah lebih dalam lagi ada satu penyakit yang mungkin jarang bahkan sulit dirasakan oleh seseorang. Kecuali hanya bagi orang-orang yang lembut dan halus perasaannya. Yaitu penyakit hati.
Hati merupakan bagian organ terpenting dalam diri
seseorang dari beberapa organ yang lain. Dan hati memiliki peran sangat penting
bagi seseorang dalam menempuh jalan hidup. Bagiku akan terasa mati jika hati
tak berfungsi lagi. Raga ini akan menjadi tak berarti jika hati terasa mati. Sebab
hidup ini akan menjadi hidup jika hati tersa hidup. Dan hidupnya hati itu
tergantung pada tenang dan bisanya merasakan adanya Allah. Yaitu seseorang yang
mengimani keagungan Allah. Seperti yang sering kita lihat mengenai masalah hati
dalam beberapa tulisan dan kita dengar dari beberapa orang yang sering
menyebutnya.
Dan Kini diperjelas
oleh rasulullah SAW. “ Ketahuilah bahwa
di dalam tubuh terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka seluruh tubuh akan
baik, dan apabila rusak maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah ia adalah
hati” (H.R. Bukhari dan Muslim). Segala kebaikan itu bersumber pada hati. Jika
kita semakin menjaga hati kita untuk lebih halus dan lembut maka hati kita akan
menjadi hati yang baik. Bukankah kita juga ingin bisa menjadi orang yang baik
hati. Baiknya hati seseorang akan menciptakan sebuah kebaikan. Begitu
sebaliknya.
Salah satu gambaran
tentang hamba yang halus dan lembut hatinya, ia akan mampu menanam dikedalaman
hatinya keyakinan terhadap eksistensi
penciptanya yaitu Allah SWT yang maha
agung dan maha menguasai segalanya. Dan ia akan lebih menyadari bagaimana
hakikat manusia sehingga dapat mengerti dan memahami sikap berhubungan dengan manusia yang lain bahkan
dengan tuhannya.
Mungkin sudah tidak
asing lagi untuk kita baca dan untuk kita dengar beberapa jenis penyakit hati.
Diantaranya adalah syirik, riya’, Sombong, Ujub dan Hasud\Iri hati bahkan kita sering melontarkanya. Namun
beberapa jenis penyakit diatas akan terasa asing bagi kita jika kita mampu
menfirasati diri. Jika hanya dianggap biasa, maka akan menjadi hal yang sepeleh.
namun bagi seseorang yang sangat antusias meresponnya akan membuat hati seseorang
terasa rumit. Karena hal ini akan menjadi sesuatu yang berat bagi seseorang.
Mungkin tak ada
seseorangpun yang memiliki profesi menjadi orang yang menyandang salah satu
sifat diatas. Namun bagiku hal itu adalah refleksi yang menjadi hakikat dalam
hidup seseorang. Hanya saja kita jangan pernah menciptakan jembatan menuju hal
tersebut. Kita sangat bersyukur jika kita dapat merasakan dan meresponnya
dengan baik. Hal itu merupakan salah satu bentuk ujian dan cobaan bagi kita.
Semakin kita sabar dan berusaha menghadapinya, maka kita akan semakin bisa
menciptakan jalan untuk lebih meningkatkan iman kepada Allah SWT.
Beberapa jenis penyakit
diatas merupakan suatu hal yang harus kita hindari.karena jika kita membiarkan
nafsu menguasai kita, maka kita akan semakin membiarkan penyakit tersebut
menghambat perkembangan kita menjadi orang baik yang selalu beriman dan
bertaqwa kepada Allah SWT. Kita akan menjadi orang yang beruntung mengalami hal
seperti diatas jika kita hendak menghilangkannya walau terasa berat. Namun kita
harus yakin bahwa Allah memberikan cobaan kepada mahluknya sesuai keadaan dan
kemampuannya. Begitulah sifat buruk yang harus kita hilangkan dalam hati kita.
Salah satu kalimat yang
mungkin akan jadi penangkal atau obat penyakit tersebut yaitu kalimat thayyibah.
Diantaranya adalah kalimat tahmid, kalimat istighfar dan lain sebagainya. Ketika
kita merasakan salah satu sifat buruk diatas, maka berusahalah kita membaca dan
memeknainya. Kemudian berdzikirlah dengan salah satu kalimat thayyibah diatas
baik secara reflek maupun terus menerus. Dengan peroses yang penuh kesabaran
dan ketekunan. insyaallah hati kita akan menjadi hati yang lembut, halus dan
tak tergoyahkan oleh hal apapun yang sifatnya menghancurkan hati kita. Maka kita
akan lebih menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Amin........
Penulis: Mohammad Dafiek/PPU
Penulis: Mohammad Dafiek/PPU

sangat berharga,, terma ksih min..... sangat membantu kita dalam mnjlani khidupan shari-hari agar spya ktaa sellu ingat pda allah robbul izzati... (y)
ReplyDeleteamin... mohon dukungannya sahabat!!
Delete